UNSUR-UNSUR
PENYULUHAN PERTANIAN
Kompetensi Umum : Setelah
menyelesaikan mata kuliah ini selama satu semester, mahasiswa dapat mendesain
dan melaksanakan suatu kegiatan penyuluhan.
Kompetensi Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan tentang :
1. Sumber Penyuluhan pertanian
2. Materi Penyuluhan pertanian
3. Metode Penyuluhan pertanian
4. Sasaran Penyuluhan pertanian
Waktu : 2 x 60 menit
Pokok Bahasan : Unsur-Unsur Penyuluhan Pertanian
Pertemuan : IV dan V
PEMBAHASAN
@. Pengertian Unsur-Unsur Penyuluhan Pertanian.
Unsur-unsur penyuluhan pertanian yaitu semua faktor yang terlibat dalam
kegiatan penyuluhan pertanian dan bersifat saling menunjang. Dalam artian,
antara faktor yang satu dengan faktor yang lain tidak dapat dipisahkan. Yang
termasuk unsur-unsur penyuluhan pertanian, adalah sebagai berikut :
a. Sumber Penyuluhan Pertanian (Tenaga Penyuluh)
b. Materi Penyuluhan Pertanian
c. Metode Penyuluhan Pertanian
d. Sasaran penyuluh Pertanian
@. Sumber Penyuluhan Pertanian (Tenaga Penyuluh).
Penyuluh pertanian adalah orang yang bertugas memberikan dorongan kepada para
petani sehingga terjadi perubahan cara berpikir, cara bekerja dan cara hidupnya
dengan memanfaatkan berbagai teknologi pertanian terbaru yang relevan dengan
kondisi jaman dan lingkungan sosial.
Seorang tenaga penyuluh harus mempunyai 3 peranan penting, yaitu;
a. Sebagai fasilitator, memberikan pengetahuan, fasilitas atau cara-cara baru
dalam bertani/beternak sehingga petani lebih terarah dalam meningkatkan
usahanya.
b. Sebagai mediator, menghubungkan kepentingan lembaga pemerintah / lembaga
penyuluhan dengan sasaran penyuluhan sehingga terjadi perubahan pola pikir dan
pola kerja dalam kaitannya mensukseskan program pemerintah..
c. Sebagai dinamisator, menimbulkan perubahan melalui pelayanan, peragaan atau
contoh, pemberian petunjuk serta motivasi kepada petani/peternak.
Penyuluh pertanian hadir untuk membantu petani dalam mengembangkan atau menata
ulang perilakunya agar menjadi petani yang modern, tangguh dan efisien. Untuk
itulah seorang tenaga penyuluh harus memiliki beberapa sifat, antara lain :
a. Mencintai tugas yang diembannya;
b. Layak dipercaya dan memberikan perhatian kepada sasaran penyuluhan;
c. Memiliki keyakinan bahwa apa yang disuluhkan dapat diterima sebagai upaya
untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani/peternak serta
merupakan bagian dari pembangunan pertanian;
d. Menguasai kemampuan komunikasi, ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian;
e. Luwes, berpenampilan menarik, berperilaku baik, dan cepat beradaptasi;
f. Beritikad baik, sabar dan tekun;
g. Pandai menyelami jiwa atau perasaan serta keinginan para petani/peternak
serta selalu siap memberikan bantuan dan pelayanan;
h. Memiliki disiplin kerja yang kuat (selalu ada jika dibutuhkan
petani-peternak);
i. Jiwa mendidik, tidak cepat putus asa, tidak bersikap masa bodoh terhadap
sesama dan lingkungan;
j. Dinamis, progresif dan demokratis;
k. Mau belajar, melatih ketrampilan dan kecakapan praktis sesuai perkembangan;
Berdasarkan tugasnya, maka penyuluh pertanian dibedakan atas :
a. Penyuluh yang langsung berhubungan dengan para petani/peternak. Contoh;
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Penyuluh Pertanian Madia (PPM).
b. Penyuluh yang tidak langsung berhubungan dengan para petani/peternak.
Umumnya terdiri dari dari para ahli pertanian/peternakan, contoh; pegawai pada
Dinas Pertanian, atau instansi lainnya yang ada kaitannya dengan kegiatan
pertanian; Balai Benih, BPTP, Bank, Perguruan Tinggi dan lainnya.
@. Materi Penyuluhan Pertanian
Dalam proses komunikasi pertanian, antara penyuluh dengan sasaran penyuluhan,
akan disampaikan segala hal menyangkut ilmu dan teknologi pertanian-peternakan
yang kesemuanya itu disebut sebagai materi penyuluhan. Sehingga materi
penyuluhan adalah segala sesuatu yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan
pertanian.
Ilmu bersifat teori dan dengan bantuan ilmu petani dapat memikirkan segala
sesuatu yang relevan dengan kondisi usahatani yang sedang dijalankan, sedangkan
teknologi bersifat praktek yakni berupa penjabaran atau apa yang harus
dilakukan dari apa yang telah dipikirkan. Oleh karena itu, materi penyuluhan
haruslah sesuai dengan kebutuhan sasaran penyuluh (petani-peternak) sehingga
dengan demikian sasaran penyuluhan akan memiliki perhatiannya dan termotivasi
untuk mempraktekkannya. Dalam bahasa teknik penyuluhan pertanian, materi
penyuluhan seringkali disebut sebagai informasi pertanian (Berisi data atau
bahan yang dibutuhkan penyuluh, petani-peternak dan masyarakat tani).
Agar penyuluhan itu dapat diterima dan dimanfaatkan oleh sasaran penyuluhan,
maka syarat-syarat materi penyuluhan yang dibuat haruslah :
a. Sesuai dengan tingkat kemampuan sasaran, sehingga dapat dipraktekkan,
b. Memiliki resiko kegagalan yang relative kecil dan biaya rendah.
c. Mudah dilakukan dan bersifat praktis.
d. Tidak bertentangan dengan tata adat, kepercayaan dan pola
pertanian-peternakan yang telah terbiasa dilakukan (tidak bertentangan dengan
nilai dan norma yang ada),
e. Memberikan keuntungan secara nyata bagi sasaran penyuluhan (Berpengaruh
positif terhadap tingkat kehidupan petani/petrenak),
f. Mengesankan dan memotivasi petani/peternak untuk melaksanakan perubahan dan
cara pikir, cara kerja dan cara hidup menuju perkembangan dan kemajuan,
g. Menggairahkan para petani/peternak sehingga mereka seakan-akan terbujuk
untuk selalu mau memperhatikan, menerima, mencoba dan
melaksanakan/menerapkannya dalam usahanya.
Selain itu, kegiatan penyuluhan dapat berisikan beberapa materi seperti :
• Pengalaman Þ misalnya pengalaman petani yang sukses mengembangkan komoditas
tertentu.
• Hasil pengujian/hasil penelitian
• Keterangan pasar.
• Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
Sebuah materi penyuluhan yang baik haruslah dapat diukur kelayakannya, yaitu :
• Secara ekonomi menguntungkan
• Secara teknis dapat diterapkan
• Secara sosial dapat dipertanggungjawabkan
• Tidak merusak lingkungan
Þ Tercipta better living, better farming, better business, dan better
environment
@. Metode Penyuluhan Pertanian
Untuk mencapai tujuan kegiatan penyuluhan secara baik dan terarah, diperlukan
metode atau cara-cara penyuluhan pertanian yang bersifat mendidik, membimbing
dan menerapkan sehingga para petani-peternak dapat “menolong dirinya sendiri”,
mengubah memperbaiki pola pikir, tingkat kerja dan tingkat kesejahteraan
hidupnya.
Dalam kegiatan penyuluhan kita mengenal ada 3 metode pendekatan penyuluhan,
yaitu :
a. Metode pendekatan perorangan (personal approach method)
Melakukan hubungan atau pendekatan secara langsung dengan sasaran yaitu seorang
petani, biasanya dilakukan secara berdialog langsung, melakukan kunjungan ke
rumah, sawah/ladang/padang/kandang, surat menyurat, melalui telepon, dll.
Metode ini sangat efektif, tetapi akan banyak menyita waktu dan energi.
b. Metode pendekatan kelompok (Group approach method)
Dilakukan terhadap kelompok tani dimana para petani diajak dan didampingi serta
diarahkan secara berkelompok untuk melaksanakan suatu kegiatan yang tentunya
lebih produktif atas dasar kerja sama, dengan saling tukar pendapat dan
pengalaman, demonstrasi, kursus,karyawisata, perlombaan kelompok, dan lainnya
yang sifatnya kelompok. Metode ini biasanya lebih berdaya guna dan hasilnyapun
akan lebih mantap.
c. Metode pendekatan massal (mass approach method)
Penyuluhan dengan metode ini dapat menggunakan media surat kabar, majalah atau
brosur pertanian-peternakan, radio, televisi, film, slide dan media lainnya.
Dipandang dari segi penyampaian informasi memang metode ini baik, akan tetapi
dipandang dari keberhasilannya adalah kurang efektif karena pada dasarnya hanya
dapat menimbulkan tahap kesadaran dan tahap minat pada para petani/peternak
pendengar penyuluhan, itupun kalau pendekatan-pendekatannya dapat dilakukan
dengan baik, dapat menarik perhatian para petani/peternak kepada sesuatu hal
yang lebih menguntungkan.
Sedangkan menurut mekanisme diterimanya materi/isi penyuluhan oleh para
petani/peternak, maka metode penyuluhan dapat dibedakan atas:
a. Metode yang dapat didengar, yaitu pesan-pesan penyuluh akan diterima
petani/peternak melalui pendengaran. Misalnya percakapan tatap muka, telepon,
radio, tape recorder, pidato, ceramah dan lainnya.
b. Metode yang dapat dilihat, yaitu pesan-pesan penyuluh dapat dilihat atau
diterima melalui penglihatannya. Misalnya pesan dalam bentuk gambar,
spanduk/poster, leaflet, brosur, film bisu, pameran tanpa penjelasan vocal,
slides dan lainnya.
c. Metode yang dapat di dengar dan dilihat, yaitu pesan-pesan penyuluh
disampaikan melalui peragaan yang disertai petunjuk-petunjuk lisan, gambar di
televisi, film bersuara, telepon bergambar, karyawisata, demonstrasi dan
lainnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan metode penyuluhan :
• Tidak ada satu metode penyuluhan yang dianggap lebih baik dibanding metode
penyuluhan yang lainnya
• Pada umumnya dalam pelaksanaan penyuluhan digunakan beberapa metode
• Dalam kegiatan penyuluhan sebaiknya digunakan materi visual dan tertulis
Sedangkan prinsip-prinsip yang harus diketahui dalam metode penyuluhan, adalah
sebagai berikut :
• Pengembangan untuk berpikir kreatif
• Dilakukan di lingkungan kerja/kegiatan sasaran
• Setiap individu terikat dengan lingkungan sosialnya
• Memberikan sesuatu untuk terjadinya perubahan
• Menciptakan hubungan yang akrab dengan sasaran
@. Sasaran Penyuluhan Pertanian
Sasaran penyuluhan pertanian yaitu siapa sebenarnya yang akan disuluh atau
ditujukan kepada siapa penyuluhan tersebut. Sehingga dalam konteks yang
demikian, sasaran penyuluhan pertanian adalah para petani/peternak beserta
keluarganya.
Sasaran penyuluhan dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
Sasaran utamaØ
• Petani dan keluarganya
• Langsung terlibat dalam kegiatan
• Petani: tidak bodoh; mempunyai harga diri; memiliki banyak pengalaman;
menjunjung norma, adat istiadat, dll.; memerlukan bukti nyata
• Perlu dilakukan identifikasi sebelum melaksanakan penyuluhan
Sasaran penentuØ
• Tidak terlibat langsung/bukan pelaksana kegiatan bertani, tetapi secara
langsung /tidak langsung terlibat dalam penentuan kebijakan dan/atau
menyediakan kemudahan-kemudahan pelaksanaan dan pengelolaan usahatani
• Pimpinan lembaga pertanian, peneliti/ilmuwan, lembaga perkreditan, pedagang,
produsen dan penyalur saprodi-alsintan, pengusaha/industri pengolahan hasil
pertanian
Sasaran PendukungØ
• Secara langsung atau tidak langsung tidak memiliki hubungan dengan kegiatan
pertanian tetapi dapat dimintai bantuan guna kelancaran penyuluhan pertanian
• Pekerja sosial, seniman, biro iklan, konsumen hasil pertanian
Menurut ROGERS berdasarkan hasil penelitiannya, menyebutkan sifat-sifat umum
yang dimiliki oleh masyarakat desa:
b. Mutual distrust in interpersonal relation
Pada umumnya mereka kurang saling merasakan dalam pergaulan diantara mereka
sendiri. Para petani lainnya jarang melakukan pendekatan, mencari informasi
nyata kegiatan dari petani lain yang maju, bahkan kemajuan petani lain dianggap
melakukan hal yang “bukan-bukan”.
c. Lack and difficult to innovate new ideas and technology
Sulit dan sangat kekurangan daya untuk mendapatkan paham/ide-ide baru, pada
umumnya para petani/peternak selalu tertutup sehingga tidak mampu menemukan
ide-ide baru bahkan untuk menerapkan cara-cara baru yang masuk ke dalam
masyarakatnya harus melalui beberapa tahapan dan baru akan menerimanya setlah
nyata keyakinannya bahwa akan menguntungkan.
d. Lack thinking for the future (fatalism)
Kurang kemampuannya untuk memikirkan kehidupannya di masa depan. Segala sesuatu
hanya terpikirkan untuk masa sekarang, soal masa depan adalah soal nanti.
Kurang ada usaha untuk memecahkan masalah dan terlalu menitik beratkan pada
nasib.
e. Low aspirational level
Motivasinya untuk memikirkan peningkatan atau perbaikan pada yang sekarang
dialami adalah rendah, demikian pula aspirasinya untuk meningkatkan taraf
hidupnya.
f. Lack of deffered to gradification
Umumnya mereka kurang dapat mengekang nafsu, tidak dapat menahan diri terhadap
sesuatu yang diinginkannya, kurang cermat dan tidak mampu mengambil keputusan
yang menguntungkan.
g. Limited time expected
Umumnya mereka kurang dapat membedakan apa yang kini sedang mereka hadapi, yang
sudah terjadi dan apa yang mungkin bakal mereka hadapi. Kenangan masa lampau
sangat berbekas pada diri mereka, sehingga perencanaan untuk masa depan tidak
diperhatikannya.
h. Familism
Jalinan dengan keluarga sendiri sangat erat sehingga kerapkali jalinan dengan
orang lain terabaikan, terutama dalam hal saling koreksi. Dalam masyarakat yang
menganut sistem marga selalu terdapat kecurigaan terhadap mereka yang bukan
sanak.
i. Dependent upon government authority
Pembuatan sarana-sarana yang menunjang dan melancarkan usaha
pertanian/peternakan (irigasi, jalan, jembatan, dll) menurut anggapan kebanyak
mereka merupakan kewajiban dari pejabat penguasa (pemerintah).
j. Local likeness
Sifatnya sangat lokal, gerakannya dalam masyarakat demikian terbatas sehingga
kebanyakan dari mereka kurang mengetahui perubahan-perubahan keadaan yang
beralangsung diluar lingkungannya.
k. Lack of impaty
Umumnya kurang mampu untuk mengetahui dan menempatkan diri dalam
kemauan/kehendak orang lain sehingga seringkali sulit untuk berkomunikasi.
Beberapa istilah sasaran penyuluhan dalam penyuluhan pertanian:
– Petani naluri adalah petani yang cara usahanya masih seperti yang diwariskan
oleh nenek moyangnya.
– Petani maju adalah petani yang telah menerapkan teknologi baru dalam usaha
atau kegiatan-kegiatan bertaninya dan bersikap maju (progresif).
– Petani teladan adalah petani yang usahanya dicontoh oleh para petani lainnya
di lingkungannya, akan tetapi mereka itu sendiri tidak/kurang aktif dalam
penyebarluasannya.
– Kontak Tani merupakan petani-petani teladan yang aktif/berperan serta dalam
usaha menyebarluaskan teknologi baru kepada para petani di desanya.
@. Media Penyuluhan Pertanian
Menurut bentuknya dibedakan (Samsudin) :
a. Media visual : madia yang sifatnya dapat dilihat (slide, transparansi,
gambar mati)
b. Media audio : media yang sifatnya dapat didengar (radio, peta didengar)
c. Media audio visual : media yang sifatnya dapat didengar dan dilihat
(televisi, film)
d. Media tempat memeragakan (papan tulis, papan tempel, OHP, papan planel)
e. Media pengalaman nyata atau media tiruan (simulasi, contoh benda nyata)
f. Media cetakan (bukubacaan, leaflet, folder, poster, brosur)
@. Waktu Penyuluhan Pertanian
Untuk melakukan pendekatan-pendekatan haruslah diketahui waktunya yang tepat,
sebab pendekatan-pendekatan yang dilakukan secara serampangan maka salah-salah
penyuluh akan mendapat penerimaan yang kurang baik sehingga maksudnya tidak
kesampaian. Penyuluh harus mengetahui:
a. Kapan para petani/peternak ada di lapangan, aktif bekerja,
b. Kapan para petani/peternak ada dirumah, bersantai-santai dengan keluarga,
c. Kapan para petani/peternak brkumpul disuatu tempat, bersantai
berbincang-bincang mengemukakan berbagai berita dan masalah.
Dengan mengetahui waktu-waktunya itu maka para penyuluh dapat melancarkan
metode-metode penyuluihannya yang tepat.
PENUTUP
Kesimpulan.
• Unsur-unsur penyuluhan pertanian yaitu semua unsur (faktor) yang terlibat,
turut serta atau diikutsertakan dalam kegiatan pnyuluhan pertanian, antara
unsur yang satu dengan unsur yang lain tidak dapat dipisahkan karena smuanya
tunjang-menunjang dalam satu aktivitas.
• Penyuluh pertanian adalah orang yang mengemban tugas memberikan dorongan
kepada para petani agar mengubah cara berpikir, cara kerja dan cara hidupnya
yang lama dengan cara-cara baru yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman,
perkembangan teknologi pertanian yang maju.
• Sasaran penyuluhan peternakan yaitu siapa sebenarnya yang disuluh atau
ditujukan kepada siapa penyuluhan peternakan tersebut. Sehingga para
petani/peternak beserta keluarganya merupakan sasaran penyuluhan peternakan.
• Metode penyluhan merupakan cara-cara yang dapat digunakan dalam menyuluh yang
harus bersifat mendidik, membimbing dan menerapkan, sehingga para petani dapat
“menolong dirinya sendiri”, mengubah memperbaiki pola pikir, tingkat kerja dan
tingkat kesejahteraan hidupnya.
• Dalam proses komunikasi antara penyuluh dengan saasaran penyuluhan, akan
disampaikan segala sesuatu yang menyangkut ilmu dan teknologi
pertanian-peternakan, kesemuanya itu disebut materi penyuluhan.
• Media penyuluhan yaitu saluran yang dapat menghubungkan penyuluh dengan
petani yang memerlukan penyuluhannya.
@. Latihan
1. Jelaskan setiap unsur-unsur penyuhan peternakan?
2. Jelaskan kapan suatu media dikatakan baik dan layak dijadikan media
penyuluhan?
3. Jelaskan sifat-sifat masyarakat desa menurut ROGERS!
DAFTAR PUSTAKA
Pembangunan Indonesia : Menyongsong Abad XXI. Pustaka Pembangunan Swadaya
Nusantara. Jakarta.
Hanafi, A. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Usaha Nasional. Surabaya.
Suhardiyono, L. 1992. Penyuluhan : Petunjuk Bagi Penyuluh Pertanian. Erlangga.
Jakarta.
Samsudin, U. 1997. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian. Binacipta.
Bandung.
Subekti, S. 2007. Penyuluhan Pertanian. Laboratorium Komunikasi dan Penyuluhan.
Jember.
Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University
Press. Surakarta.
Van Den Ban dan Hawkin, 1999, Penyuluhan pertanian. Kanisius. Yogyakarta.
Vitayala, A, Prabowo Tjitropranoto, dan Wahyudi Ruwiyanto. 1992. Penyuluhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar