BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pertanian merupakan sektor yang sangat
penting dalam perekonomian nasional. Pada abad 21 pembangunan ekonomi nasional masih akan tetap berbasis
pertanian salah satu upaya meningkatkan
pengembangan pertanian yaitu melalui pembangunan pertanian. Tanaman padi sebagai penghasil beras merupakan sumber
makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia dan menjadi komoditas strategis
secara ekonomi. Pembangunan pertanian secara umum pada dasarnya merupakan
bagian intregral dan tidak terpisahkan dari pembangunan pertanian.
Pertumbuhan
pembangunan di segala bidang yang pesat terutama industri dan pemukiman sangat berpengaruh negatif
terhadap pengembangan sektor pertanian khususnya produksi
padi, karena menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan
pertanian khususnya
lahan sawah menjadi lahan non pertanian atau non sawah yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional.
Ketahanan
pangan adalah suatu program yang diterapkan oleh suatu komunitas atau suatu
negara agar ketersediaan pangan di wilayahnya tetap terjaga. Berdasarkan
definisi ketahanan pangan dari FAO (1996) dan UU RI No. 7 tahun 1996, yang
mengadopsi definisi dari FAO, ada 4 komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai
kondisi ketahanan pangan yaitu:1) kecukupan ketersediaan pangan. 2) stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke
musim atau dari tahun ke tahun.3) aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan
serta . 4) kualitas/keamanan pangan.
Subsektor tanaman pangan terdiri dari tanaman palawija
serta tanaman kacang-kacangan, umbi-umbian dan sebagainya. Tanaman holtikultura
seperti buah-buahan, tanaman hias, tanaman sayuran dan tanaman sebagainya.
Sektor tanaman pangan merupakan penghasil komoditi yang strategis berupa beras
yang merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tanaman
pangan merupakan salah satu sub sektor pertanian menjadi Prioritas Provinsi
Jambi untuk dikembangkan secara terus-menerus dalam rangka meningkatkan
produksi dan pendapatan pertanian. Salah
satu komoditi tanaman pangan yang merupakan andalan bagi Provinsi Jambi adalah
padi.
Padi merupakan bahan pangan
yang memberikan energi berupa karbohidrat serta zat-zat yang mempengaruhi
budaya dan gaya hidup, tidak dapat
dipungkiri bahwa padi menempati pasisi yang sangat sreategis bagi kehidupan
masyarakat. Luas panen, produksi dan produksivitas padi sawah di Provinsi Jambi
Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu kabupaten yang
memiliki produksivitas padi sawah tertinggi di Provinsi Jambi. Hal ini di
sebabkan karena keadaan wilayah mendukung untuk usahatani padi sawah dan
dukungan dari pemerintah sangat kuat melalui kegiatan dan program yang
bertujuan untuk meningkatkan produksivitas dan kesejahteraan masyrakat (petani).
Provinsi Jambi sektor pertanian masih
menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat Provinsi Jambi yang didominasi oleh dua
subsektor yaitu tanaman pangan dan perkebunan. Subsektor tanaman pangan yang
menjadi andalan di Provinsi Jambi dimana keduanya terus berkembang pada subsektor
tanaman pangan adalah tanaman padi sawah. Hal ini dapat dilihat dari luas lahan
yang diusakan oleh petani di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten
Tanjung Jabung Timur.
Tabel
1. Luas Area, Luas Panen, Produksi Padi Sawah Per Desa Di Kecamatan Berbak,
Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2011
|
No
|
desa/kelurahan
|
Luas area
(Ha)
|
Luas
panen (Ha)
|
Produksi
(ton)
|
|
1
|
Simpang
|
1.600
|
1.560
|
5.928
|
|
2
|
Rawasari
|
350
|
350
|
1.050
|
|
3
|
Rantau Makmur
|
1.500
|
1.500
|
6.000
|
|
4
|
Telago limo
|
750
|
734
|
2.200
|
|
5
|
Sungai Rambut
|
250
|
245
|
735
|
|
6
|
Rantau Rasau
Desa
|
800
|
800
|
2.560
|
|
|
Jumlah
|
5.250
|
5.189
|
18.473
|
|
Sumber : BP3 Kecamatan Berbak
|
||||
Kelurahan Simpang
adalah salah satu Kelurahan yang berada pada Kecamatan Berbak yang memiliki
perkembangan luas areal tanam yang cukup pesat yaitu 1.600 Ha. Dengan luas panen 1.560 Ha dan produksi
mencapai 5.928 ton. Luas panen dan produksi menurun untuk kelurahan simpang hal
terjadi karena sudah merambahnya tanaman perkebunan sehingga tanaman pangan
berkurang, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur sangat
mendukung adanya program perluasan lahan persawahan di daerah tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut
di atas, maka upaya untuk memperluas
lahan pertanian menjadi sangat penting dengan memanfaatkan dan mengelola sumberdaya lahan dan air yang
ada.
Melihat pentingnya peranan ketersediaan sumberdaya lahan
dan
air dalam pembangunan pertanian, maka pemerintah melalui
Perpres No. 24 tahun 2010 dan ditindaklanjuti dengan
Peraturan Menteri
Pertanian No. 61/Permentan/OT.140/10/2010, telah menetapkan pembentukan institusi yang menangani
pengelolaan sumber daya
lahan dan air yaitu Direktorat Jenderal Prasarana dan
Sarana Pertanian yang salah satu tugasnya adalah
melaksanakan perluasan
areal tanaman pangan. Mengingat
potensi lahan yang tersedia cukup luas, maka masih sangat dimungkinkan untuk melaksanakan kegiatan
perluasan areal tanaman pangan dengan menambah luasan/
baku
lahan, melalui kegiatan perluasan areal tanaman pangan
yang
sering disebut dengan perluasan sawah.
Pedoman perluasan sawah (2012), Perluasan sawah adalah suatu usaha penambahan luasan/
baku lahan sawah pada berbagai tipologi lahan dengan
kondisi
yang belum dan atau lahan terlantar yang dapat
diusahakanuntuk usahatani sawah. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan kegiatan perluasan
areal tanaman pangan dengan menambah luas baku lahan
tanaman pangan, melalui kegiatan perluasan sawah. Sasaran
areal perluasan sawah tahun 2010 – 2014 sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal
Prasarana dan Sarana
Pertanian sebesar 374.125 Ha. Sedangkan sasaran areal perluasan sawah yang dapat dibiayai dari APBN per
tahun
tergantung pada dana yang tersedia.
Manfaat Program ini sangat membantu sekali
masyarakat umumnya kecamatan Berbak karena di kala sekarang ini masyarakat gencar
memperluas perkebunan tetapi tidak sebagian masyrakat di Kecamatan Berbak Kelurahan Simpang.
Berdasarkan
data yang diambil penyuluh di BP3K kecamatan Berbak
terdapat program yang sudah dijalankan pada tahun 2012 ini yaitu program percetakan sawah baru yang terdapat di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Program Percetakan Sawah Baru diadakan oleh Pemerintah pada
tahun 2006, namun Program Percetakan
sawah baru ini mulai ddilaksanakan oleh
Pemerintah Tanjung Jabung Timur dimulai pada tahun 2009
untuk Kecamatan Berbak.
Pada tahun 2009 Pemerintah mengadakan percatakan sawah 100 Ha di kecamatan Berbak
yaitu untuk dua kelompok tani Sido Makmur dan Sido Murni, dan pada tahun 2012
ini juga memperluas
lahan untuk perluasan sawah baru ini
sekitar 100 Ha. Kelompok tani sido mukti dan tunas harapan, masing-masing mendapat dana Rp
10.000.000 Perhektarnya, untuk kelompok
tani Sidomukti yang terdiri dari 43 petani mendapatkan percetakan sawah baru
sebesar 55 Ha dan Tunas Harapan yang terdiri 33 petani mendapat 45 Ha, dana
tersebut di cairkan dengan cara bertahap, dana 40 % berbentuk saprodi dan 60%
berbentuk uang. Pengadaan dana program percetakan sawah baru merupakan anggaran dana kementrian pertanian
berasal dari APBN yang berupa dana bantuan sosial. Pengerjaannya program
percetakan sawah ini telah selesai dilakukan penanamanya 100 %, yang di lakukan
oleh dua kelompok tani yaitu kelompok tani sidomukti. Target Pemerintah untuk
program percetakan sawah baru ini adalah 100 Ha dan program ini diawasi oleh
pemerintah dari mulai penanaman sampai dengan panen.
Syarat untuk mengikuti Program
percetakan sawah baru adalah petani
harus tergabung dalam kelompok, dengan mengajukan RUKK(rencana usulan kegiatan kelompok)
dan mengajukan awal ke kelurahan dan kelurahan mengajukan ke dinas, dengan RUKK(rencana
usulan kegiatan kelompok)dan minta bantuan karena petani memiliki lahan sedikit
sementara petani mempunyai lahan yang sebenarnya potensial untuk tanaman padi
tetapi petani mengalami kesulitan dana membuka lahan.
Program percetakan sawah baru ini bertujuan untuk
dapat membantu sedikit dari upaya Pemerintah meningkatkan Produktivitas dan Ketahanan
Pangan Khususnya di Wilayah Tanjung Jabung Timur, upaya penambahan ini dapat
dilihat pada tabel 2 di bawah ini :
Berikut ini
tabel.2 penambahan luas lahan sebelum
dan sesudah percetakan sawah baru.
|
No
|
Desa/kelurahan
|
Lahan yang di usahakan (ha)
|
Penambahan (ha)
|
Target pemerintah (ha)
|
Swasembada (ha)
|
|
1
|
Simpang
|
1600
|
100
|
1700
|
14
|
|
2
|
Rawasari
|
350
|
-
|
-
|
-
|
|
3
|
Rantau Makmur
|
1.500
|
-
|
-
|
-
|
|
4
|
Telago limo
|
750
|
-
|
-
|
-
|
|
5
|
Sungai Rambut
|
250
|
-
|
-
|
-
|
|
6
|
Rantau Rasau
Desa
|
800
|
-
|
-
|
-
|
Pada tabel di atas menjelaskan bahwa
dalam percetakan sawah baru ini memang ada target dari Pemerintah khususnya
pada Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak, terlihat pada tahun 2011 luas areal
sawah yang di usahakan adalah 1600 Ha, dan ada penambahan dengan adanya program
percetakan sawah baru 100 Ha , sedangkan target pemerintah 1700 Ha dan ternyata
memenuhi bahkan lebih, itu terjadi karena petani yang harusnya mengelola
penambahan sawah baru 100 Ha ternyata petani mengelola dana tersebut untuk
menambah percetakan sawah baru dengan mengambil sedikit dari anggaran dana
harusnya Rp 10.000.000 menjadikan Rp 8.771.929 sehingga petani dapat mengusakan
lebih dari yang di anggarkan.
Berdasarkan hasil survey lapangan tahun 2012 di Kelurahan
Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Mayoritas masyarakatnya bersal dari
jawa yang melakukan transmigran, bahasa yang di gunakan sehari-hari oleh petani
juga bahasa daerah jawa, bahkan PPL pun mayoritas orang jawa juga. Sosialisasi atau penyuluhan yang dilakukan PPL terkadang
menggunakan bahasa jawa. Hal ini dilakukan agar petani tidak terlalu mengalami
kesulitan dalam menerima pesan yang diberikan oleh PPL. Kondisi daerah
penelitian ternyata belum ada media pendamping petani untuk mendapatkan
informasi tentang Program Percetakan Sawah baru, petani hanya mengandalkan PPL
sementara PPL berkunjung kepada petani jika ada permintaan / kasus petani yang
didalam petani. Hal ini yang menyebabkan petani kekurangan akses informasi, oleh
karena itu petani membutuhkan media pendamping yang dapat mereka baca setiap
saat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media yang efektif dalam
rangka membantu mensosialisasikan Program Percetakan Sawah Baru (PPSB) dengan
memanfaatkan bahasa dalam menginformasikan kegiatan.
Berdasarkan uraian di atas maka
penelitian ini perlu dilakukan penelitian kelurahan simpang kecamatan
berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur,
dan penulis tertarik terhadap program tersebut dan juga
Untuk melakukan penelitian yang berjudul
”Pengaruh Bahasa Pada
Buklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Petani Tentang Program Percetakan Sawah Baru Di
Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak“
1.2 Rumusan Masalah
Kebutuhan pangan khususnya
beras semakin lama semakin meningkat sejalannya pertumbuhan peduduk yang
semakin padat, selain itu sejalan dengan persaingan dengan antara padi dengan sektor
perkebunan lainnya membuat ketahanan pangan nasional semkin menurun oleh sebab
itu program percetakan sawah baru ini
dilakukan agar menimalkan angka menurunnya Ketahanan Pangan Nasional.
Pemerintah Kabupaten Tanjung
Jabung Timur melaksanakan program percetakan sawah baru di kecamatan berbak
kelurahan simpang dengan 2 kelompok tani yaitu kelompok tani sido mukti dan
tunas harapan. Program ini dilakukan di kelurahan simpang ini karena mengajukan
RUKK yang di buat atas nama kelompok tanidan mengajukan ke dinas setempat, rencana itu dilakukan
karena petani setempat ingin menambah luas areal sawah tetapi keterbatasan
biaya untuk membuka lahan sendiri.
Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung
Jabung Timur, Mayoritas masyarakatnya
bersal dari jawa yang melakukan transmigran, bahasa yang di gunakan sehari-hari
oleh petani juga bahasa daerah jawa, bahkan PPL pun mayoritas orang jawa juga.
Sosialisasi atau penyuluhan yang
dilakukan PPL terkadang menggunakan bahasa jawa. Hal ini dilakukan agar petani
tidak terlalu mengalami kesulitan dalam menerima pesan yang diberikan oleh PPL.
Kondisi daerah penelitian ternyata belum ada media pendamping petani untuk
mendapatkan informasi tentang Program Percetakan Sawah baru, petani hanya
mengandalkan PPL sementara PPL berkunjung kepada petani jika ada permintaan atau
kasus petani yang didalam petani. Hal ini yang menyebabkan petani kekurangan
akses informasi, oleh karena itu petani membutuhkan media pendamping yang dapat
mereka baca setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media yang
efektif dalam rangka membantu mensosialisasikan Program Percetakan Sawah Baru
(PPSB) dengan memanfaatkan bahasa dalam menginformasikan kegiatan.
Berdasarkan uraian di atas maka
di ambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah
penggunaan Bahasa Jawa dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang program
percetakan sawah baru di kelurahan simpang?
2. Apakah
penggunaan bahasa Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang
percetakan sawah baru di kelurahan simpang?
3. Apakah
terdapat pebedaan antara penggunaan Bahasa jawa dengan bahasa Indonesia
terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang program percetakan sawah baru
diKelurahan Simpang
1.3 Tujuan Dan
Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan
Penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah yang ada maka tujuan dari penelitia
tersebut adalah
1.
Mengetahui apakah penggunaan
Bahasa Jawa dapat meningkatkan pengetahuan petani di Kelurahan Simpang
2. Mengetahui
apakah penggunaan Bahasa Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan petani di Kelurahan
Simpang
3.
Mengetahui apakah
terdapat pebedaan antara Bahasa Jawa dengan Bahasa Indonesia terhadap
peningkatan pengetahuan petani tentang Program Percetakan Sawah Baru (PPSB) di
Kelurahan Simpang
1.3.2 Kegunaan
Penelitian
1.
Sebagai salah satu
syarat dalam menyelesaikan studi tingkat
Sarjana (S1) pada
Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
2.
Hasil penelitian
ini berguna bagi peneliti dan pihak yang berkepentingan sabagai bahan masukan,
informasi dan penambahan pengetahuan.
3. Pengembangan
ilmu komunikasi yang berkaitan dengan komunikasi di bidang pertanian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar