Powered By Blogger

Selasa, 22 Januari 2013

pendahuluan skripsi penyuluhan dan komunikasi pertanian


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Pada abad 21 pembangunan ekonomi nasional masih akan tetap berbasis pertanian salah satu upaya meningkatkan pengembangan pertanian yaitu melalui pembangunan pertanian. Tanaman padi sebagai penghasil beras merupakan sumber makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia dan menjadi komoditas strategis secara ekonomi. Pembangunan pertanian secara umum pada dasarnya merupakan bagian intregral dan tidak terpisahkan dari pembangunan pertanian.
Pertumbuhan pembangunan di segala bidang yang pesat terutama industri dan pemukiman sangat berpengaruh negatif terhadap pengembangan sektor pertanian khususnya produksi padi, karena menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian khususnya lahan sawah menjadi lahan non pertanian atau non sawah yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan adalah suatu program yang diterapkan oleh suatu komunitas atau suatu negara agar ketersediaan pangan di wilayahnya tetap terjaga. Berdasarkan definisi ketahanan pangan dari FAO (1996) dan UU RI No. 7 tahun 1996, yang mengadopsi definisi dari FAO, ada 4 komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahanan pangan yaitu:1) kecukupan ketersediaan pangan. 2)  stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun.3) aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan serta . 4) kualitas/keamanan pangan.

Subsektor tanaman pangan terdiri dari tanaman palawija serta tanaman kacang-kacangan, umbi-umbian dan sebagainya. Tanaman holtikultura seperti buah-buahan, tanaman hias, tanaman sayuran dan tanaman sebagainya. Sektor tanaman pangan merupakan penghasil komoditi yang strategis berupa beras yang merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tanaman pangan merupakan salah satu sub sektor pertanian menjadi Prioritas Provinsi Jambi untuk dikembangkan secara terus-menerus dalam rangka meningkatkan produksi dan pendapatan  pertanian. Salah satu komoditi tanaman pangan yang merupakan andalan bagi Provinsi Jambi adalah padi.
Padi merupakan bahan pangan yang memberikan energi berupa karbohidrat serta zat-zat yang mempengaruhi budaya dan gaya hidup,  tidak dapat dipungkiri bahwa padi menempati pasisi yang sangat sreategis bagi kehidupan masyarakat. Luas panen, produksi dan produksivitas padi sawah di Provinsi Jambi  Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu kabupaten yang memiliki produksivitas padi sawah tertinggi di Provinsi Jambi. Hal ini di sebabkan karena keadaan wilayah mendukung untuk usahatani padi sawah dan dukungan dari pemerintah sangat kuat melalui kegiatan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan produksivitas dan kesejahteraan masyrakat (petani).
Provinsi Jambi sektor pertanian masih menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat Provinsi Jambi yang didominasi oleh dua subsektor yaitu tanaman pangan dan perkebunan. Subsektor tanaman pangan yang menjadi andalan di Provinsi Jambi dimana keduanya terus berkembang pada subsektor tanaman pangan adalah tanaman padi sawah. Hal ini dapat dilihat dari luas lahan yang diusakan oleh petani di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Tabel 1. Luas Area, Luas Panen, Produksi Padi Sawah Per Desa Di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2011
No
desa/kelurahan
Luas  area
(Ha)
Luas panen (Ha)
Produksi
(ton)
1
Simpang
1.600
1.560
       5.928
2
Rawasari
350
350
1.050
3
Rantau Makmur
1.500
1.500
6.000
4
Telago limo
750
734
2.200
5
Sungai Rambut
250
245
735
6
Rantau Rasau Desa
800
800
2.560

Jumlah
5.250
5.189
18.473
Sumber : BP3 Kecamatan Berbak

Kelurahan Simpang adalah salah satu Kelurahan yang berada pada Kecamatan Berbak yang memiliki perkembangan luas areal tanam yang cukup pesat yaitu 1.600 Ha. Dengan luas panen 1.560 Ha dan produksi mencapai 5.928 ton. Luas panen dan produksi menurun untuk kelurahan simpang hal terjadi karena sudah merambahnya tanaman perkebunan sehingga tanaman pangan berkurang, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur sangat mendukung adanya program perluasan lahan persawahan di daerah tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka upaya untuk memperluas lahan pertanian menjadi sangat penting dengan memanfaatkan dan mengelola sumberdaya lahan dan air yang ada. Melihat pentingnya peranan ketersediaan sumberdaya lahan dan air dalam pembangunan pertanian, maka pemerintah melalui Perpres No. 24 tahun 2010 dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 61/Permentan/OT.140/10/2010, telah menetapkan pembentukan institusi yang menangani pengelolaan sumber daya lahan dan air yaitu Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian yang salah satu tugasnya adalah melaksanakan perluasan areal tanaman pangan. Mengingat potensi lahan yang tersedia cukup luas, maka masih sangat dimungkinkan untuk melaksanakan kegiatan perluasan areal tanaman pangan dengan menambah luasan/ baku lahan, melalui kegiatan perluasan areal tanaman pangan yang sering disebut dengan perluasan sawah.
Pedoman perluasan sawah (2012), Perluasan sawah adalah suatu usaha penambahan luasan/ baku lahan sawah pada berbagai tipologi lahan dengan kondisi yang belum dan atau lahan terlantar yang dapat diusahakanuntuk usahatani sawah. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan kegiatan perluasan areal tanaman pangan dengan menambah luas baku lahan tanaman pangan, melalui kegiatan perluasan sawah. Sasaran areal perluasan sawah tahun 2010 – 2014 sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sebesar 374.125 Ha. Sedangkan sasaran areal perluasan sawah yang dapat dibiayai dari APBN per tahun tergantung pada dana yang tersedia. Manfaat Program ini sangat membantu sekali masyarakat umumnya kecamatan Berbak karena di kala sekarang ini masyarakat gencar memperluas perkebunan tetapi tidak sebagian masyrakat di Kecamatan Berbak Kelurahan Simpang.
Berdasarkan data yang diambil penyuluh di BP3K kecamatan Berbak terdapat program yang sudah dijalankan pada tahun 2012 ini yaitu program percetakan sawah baru yang terdapat di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Program Percetakan Sawah Baru diadakan oleh Pemerintah pada tahun 2006, namun Program Percetakan sawah baru ini mulai ddilaksanakan oleh Pemerintah Tanjung Jabung Timur dimulai pada  tahun 2009 untuk Kecamatan Berbak.
Pada tahun 2009 Pemerintah mengadakan percatakan sawah 100 Ha di kecamatan Berbak yaitu untuk dua kelompok tani Sido Makmur dan Sido Murni, dan pada tahun 2012 ini juga  memperluas lahan untuk perluasan  sawah baru ini sekitar 100 Ha. Kelompok tani sido mukti dan  tunas harapan, masing-masing mendapat dana Rp 10.000.000  Perhektarnya, untuk kelompok tani Sidomukti yang terdiri dari 43 petani mendapatkan percetakan sawah baru sebesar 55 Ha dan Tunas Harapan yang terdiri 33 petani mendapat 45 Ha, dana tersebut di cairkan dengan cara bertahap, dana 40 % berbentuk saprodi dan 60% berbentuk uang. Pengadaan dana program percetakan sawah baru  merupakan anggaran dana kementrian pertanian berasal dari APBN yang berupa dana bantuan sosial. Pengerjaannya program percetakan sawah ini telah selesai dilakukan penanamanya 100 %, yang di lakukan oleh dua kelompok tani yaitu kelompok tani sidomukti. Target Pemerintah untuk program percetakan sawah baru ini adalah 100 Ha dan program ini diawasi oleh pemerintah dari mulai penanaman sampai dengan panen.
Syarat untuk mengikuti Program percetakan sawah baru adalah  petani harus tergabung dalam kelompok, dengan mengajukan RUKK(rencana usulan kegiatan kelompok) dan mengajukan awal ke kelurahan dan kelurahan mengajukan ke dinas, dengan RUKK(rencana usulan kegiatan kelompok)dan minta bantuan karena petani memiliki lahan sedikit sementara petani mempunyai lahan yang sebenarnya potensial untuk tanaman padi tetapi petani mengalami kesulitan dana membuka lahan.
Program percetakan sawah baru ini bertujuan untuk dapat membantu sedikit dari upaya Pemerintah meningkatkan Produktivitas dan Ketahanan Pangan Khususnya di Wilayah Tanjung Jabung Timur, upaya penambahan ini dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini :
Berikut ini tabel.2  penambahan luas lahan sebelum dan sesudah percetakan sawah baru.
No
Desa/kelurahan
Lahan yang di usahakan (ha)
Penambahan (ha)
Target pemerintah (ha)
Swasembada (ha)
1
Simpang
1600
100
1700
14
2
Rawasari
350
-
-
-
3
Rantau Makmur
1.500
-
-
-
4
Telago limo
750
-
-
-
5
Sungai Rambut
250
-
-
-
6
Rantau Rasau Desa
800
-
-
-

            Pada tabel di atas menjelaskan bahwa dalam percetakan sawah baru ini memang ada target dari Pemerintah khususnya pada Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak, terlihat pada tahun 2011 luas areal sawah yang di usahakan adalah 1600 Ha, dan ada penambahan dengan adanya program percetakan sawah baru 100 Ha , sedangkan target pemerintah 1700 Ha dan ternyata memenuhi bahkan lebih, itu terjadi karena petani yang harusnya mengelola penambahan sawah baru 100 Ha ternyata petani mengelola dana tersebut untuk menambah percetakan sawah baru dengan mengambil sedikit dari anggaran dana harusnya Rp 10.000.000 menjadikan Rp 8.771.929 sehingga petani dapat mengusakan lebih dari yang di anggarkan.
Berdasarkan hasil survey lapangan tahun 2012 di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung  Timur, Mayoritas masyarakatnya bersal dari jawa yang melakukan transmigran, bahasa yang di gunakan sehari-hari oleh petani juga bahasa daerah jawa, bahkan PPL pun mayoritas orang jawa juga. Sosialisasi  atau penyuluhan yang dilakukan PPL terkadang menggunakan bahasa jawa. Hal ini dilakukan agar petani tidak terlalu mengalami kesulitan dalam menerima pesan yang diberikan oleh PPL. Kondisi daerah penelitian ternyata belum ada media pendamping petani untuk mendapatkan informasi tentang Program Percetakan Sawah baru, petani hanya mengandalkan PPL sementara PPL berkunjung kepada petani jika ada permintaan / kasus petani yang didalam petani. Hal ini yang menyebabkan petani kekurangan akses informasi, oleh karena itu petani membutuhkan media pendamping yang dapat mereka baca setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media yang efektif dalam rangka membantu mensosialisasikan Program Percetakan Sawah Baru (PPSB) dengan memanfaatkan bahasa dalam menginformasikan kegiatan.
            Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini perlu dilakukan penelitian kelurahan simpang kecamatan berbak  Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan penulis tertarik terhadap program tersebut dan juga Untuk melakukan penelitian yang berjudul ”Pengaruh Bahasa Pada Buklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Petani  Tentang Program Percetakan Sawah Baru Di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak“




1.2 Rumusan Masalah
Kebutuhan pangan khususnya beras semakin lama semakin meningkat sejalannya pertumbuhan peduduk yang semakin padat, selain itu sejalan dengan persaingan dengan antara padi dengan sektor perkebunan lainnya membuat ketahanan pangan nasional semkin menurun oleh sebab itu program  percetakan sawah baru ini dilakukan agar menimalkan angka menurunnya Ketahanan  Pangan Nasional.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melaksanakan program percetakan sawah baru di kecamatan berbak kelurahan simpang dengan 2 kelompok tani yaitu kelompok tani sido mukti dan tunas harapan. Program ini dilakukan di kelurahan simpang ini karena mengajukan RUKK yang di buat atas nama kelompok tanidan mengajukan  ke dinas setempat, rencana itu dilakukan karena petani setempat ingin menambah luas areal sawah tetapi keterbatasan biaya untuk membuka lahan sendiri.
Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung  Timur, Mayoritas masyarakatnya bersal dari jawa yang melakukan transmigran, bahasa yang di gunakan sehari-hari oleh petani juga bahasa daerah jawa, bahkan PPL pun mayoritas orang jawa juga. Sosialisasi  atau penyuluhan yang dilakukan PPL terkadang menggunakan bahasa jawa. Hal ini dilakukan agar petani tidak terlalu mengalami kesulitan dalam menerima pesan yang diberikan oleh PPL. Kondisi daerah penelitian ternyata belum ada media pendamping petani untuk mendapatkan informasi tentang Program Percetakan Sawah baru, petani hanya mengandalkan PPL sementara PPL berkunjung kepada petani jika ada permintaan atau kasus petani yang didalam petani. Hal ini yang menyebabkan petani kekurangan akses informasi, oleh karena itu petani membutuhkan media pendamping yang dapat mereka baca setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media yang efektif dalam rangka membantu mensosialisasikan Program Percetakan Sawah Baru (PPSB) dengan memanfaatkan bahasa dalam menginformasikan kegiatan.
Berdasarkan uraian di atas maka di ambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apakah penggunaan Bahasa Jawa dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang program percetakan sawah baru di kelurahan simpang?
2.      Apakah penggunaan bahasa Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang percetakan sawah baru di kelurahan simpang?
3.      Apakah terdapat pebedaan antara penggunaan Bahasa jawa dengan bahasa Indonesia terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang program percetakan sawah baru diKelurahan Simpang









1.3 Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan dari penelitia tersebut adalah
1.        Mengetahui apakah penggunaan Bahasa Jawa dapat meningkatkan pengetahuan petani di Kelurahan Simpang
2.      Mengetahui apakah penggunaan Bahasa Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan petani di Kelurahan Simpang
3.        Mengetahui apakah terdapat pebedaan antara Bahasa Jawa dengan Bahasa Indonesia terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang Program Percetakan Sawah Baru (PPSB) di Kelurahan Simpang
1.3.2 Kegunaan Penelitian
1.      Sebagai salah satu syarat dalam  menyelesaikan studi tingkat Sarjana (S1) pada Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
2.      Hasil penelitian ini berguna bagi peneliti dan pihak yang berkepentingan sabagai bahan masukan, informasi dan penambahan pengetahuan.
3.      Pengembangan ilmu komunikasi yang berkaitan dengan komunikasi di bidang pertanian